Bismillahirahmanirrahim
Februari, mendung seperti tak lelah menghias langit. Tetes-tetes keberkahan yang Allah turunkan menjadi saksi haru biru perjuangan.
Eits, tapi saya tidak mau membahas hujan lho bunda :)
Setelah sekian lama (lagi) blog ini vakum, insyaAllah hari ini dan seterusnya akan saya isi lagi dengan Tantangan 10 Hari Apresiasi Kemandirian.
Di tantangan ini, saya, suami, dan K akan fokus melatih kemandirian K (19mo). Kemandirian pertama yang saya pilih adalah kemampuan makan dan minum sendiri tanpa bantuan orang lain.
Ohya, sebelumnya saya jelaskan dulu kondisi K. Sejak bayi K sudah saya 'sekolahkan' di daycare dekat kantor, hehe, jadi untuk hal makan dan minum sendiri sebenarnya sudah sejak usia 12mo K mendapat pelatihan ini ketika jam makan siang bersama guru dan teman-teman seusia. Sedang urusan sarapan dan makan malam masih saya dan suami yang bertanggung jawab (ya iyalah ya ;) ) Meski demikian, ya namanya belajar, proses itu masih terus berjalan sampai sekarang.
Here we go....
Jreng... jreng... jreng... jreng... jreng...
#haripertama #melatihkemandirian ala #KuliahBunSayIIP #level2
Kamis, 23 Februari 2017
Sarapan di daycare
Sarapan ini biasanya saya bagi menjadi 3 proses: persiapan, pelaksanaan, dan penutup, hehe.
Persiapan:
🍴 cuci tangan
🍴 ambil piring dan sendok di lemari
🍴 duduk di bangku, dan
🍴 menaruh makanan di piring.
Kegiatan ini kami lakukan bersama-sama. Setelah mencuci tangan, K membawa piring ke meja makan sendiri. Saya mengawasi dari belakang.
Alhamdulillah lancar jaya. Sejauh ini tidak ada kendala berarti.
Pelaksanaan:
Saat makan, saya menaruh piring dan sendok di depan K. Diawali dengan membaca doa, kemudian saya dan K mulai sarapan bersama. Khusus K, ada 2 sendok, satu untuk dipegang K, satu untuk menyuapinya.
Menu sarapan pagi ini adalah nasi, sayur oyong+soun, dan bebek goreng. Selain piring, K juga menghadap semangkok sayur berkuah. Saya menargetkan untuk pagi ini K mampu makan sendiri minimal 3 sendok tanpa bantuan. Alhamdulillah target terpenuhi :) bahkan lebih. K dapat makan sendiri lebih dari 3 sendok, berkali-kali makan sayur tanpa bantuan, dan minum dari gelas 2 kali.
Meskipun dengan hasil: nasi dan sayur yang berceceran dimana-mana, serta air minum di gelas tumpah dua kali karena meja yang tidak rata. Dari awal sudah menyiapkan mental untuk bersih-bersih sisa makanan 😂😂
Dari awal mpasi, saya membatasi waktu makan hanya 30 menit. Jadi ketika 30 menit hampir habis dan K mulai bosan, saya mengakhiri sarapan dengan bertanya kepada K, sudah sarapannya? Jika dia sudah kenyang/bosan, dia akan mulai berdiri dan berjalan ke sana ke mari. Alhamdulillah sekarang sudah bisa mengira-ngira porsi makan K, jadi ketika 30 menit berakhir, tak jarang nasi di piring sudah habis. Di menit-menit terakhir sesi sarapan adalah mengejar K agar mau menghabiskan porsinya 😁.
Penutup:
Nah, setelah makan, kami berdoa. Kemudian membereskan piring dan sendok serta mencucinya bersama-sama di wastafel. Alhamdulillah sesi sarapan pagi ini berjalan lancar.
Kamis, 23 Februari 2017
Makan malam di rumah
Untuk makan malam, menu kali ini adalah bihun goreng. Karena kami baru sampai di rumah sekitar jam 7 malam, jadi menu makan malam biasanya yang ringan-ringan. Hampir sama dengan sarapan, untuk persiapan makan malam, K saya minta membawa piring untuk tempat bihun.
Karena masih susah menggunakan sendok, sesi makan bihun adalah dengan tangan. Untuk proses ini alhamdulillah K sudah lancar, meski saya tetap membantu menyuapinya sesekali.
Sepiring kecil bihun pun tandas,dengan efek samping banyak juga yang berceceran di lantai dan baju. Hehe, lagi-lagi selama sesi belajar makan ini, saya harus siap mental dan tenaga untuk selalu bersih-bersih 😀.
Nah, hari pertama tantangan ini sudah terlalui. Semoga hari-hari ke depan semakin lancar dan pintar makan sendirinya ya nak :).
Salam Ibu Profesional
Efi Firmani
Tangsel, 23 Februari 2017
Tidak ada komentar:
Posting Komentar